Wisata Kuliner Depok

Wisata Kuliner Depok

Depok adalah sebuah kota kecil yang berada di selatan Kota Jakarta. Walaupun kecil, Depok memiliki banyak kampus ternama yang membuatnya ramai. Depok juga memiliki banyak tempat makan enak. Sebagian besar tempat makan ini terletak di Jl. Margonda Raya karena jalan tersebut merupakan jalan utama di Kota Depok. Berikut aneka tempat makan yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata kuliner Anda selama berada di daerah Depok:
1. Bakso dan Bakmie
  • Bakso Wignyo adalah tempat makan bakso yang paling tua dan sudah saya kenal sejak kecil. Bakso di sini memang enak dan sedap, es campunya juga segerr. Selain bakso, tempat makan ini juga menjual mie ayam. Lokasi tempat ini ada di dekat lampu merah dari arah Sawangan menuju Jl. Nusantara. Memiliki harga terjangkau, bakso yang satu ini pernah dikunjungi oleh banyak orang terkenal.
  • Bakso kotak di daerah kukusan juga enak. Terletak sekitar 100 meter dari pintu keluar kukusan kelurahan kampus UI Depok. Bakso kotak ini terkenal karena pernah didatangi Pak Bondan Maknyuss.
  • Untuk bakmie, mungkin Bakmie Tugu merupakan yang paling enak seantero Depok. Mie yang digunakan adalah buatan sendiri tanpa bahan pengawet, kaldunya juga sedap. Lokasinya di perempatan tugu Tanah Baru, Beji.
  • Bakmie Oke, tempatnya asri dan nyaman, tapi remang-remang jika malam hari. Lokasinya ada di Jl. Tanah Baru Raya, dekat dari rumah Asmirandah.
2. Tempat Makan Aneka Suku di Indonesia
  • Mang Engking terletak di dalam area UI dekat asrama mahasiswa. Restoran ini mengangkat tema gubukan bambu yang sebagian lesehan. Ikan yang tersaji adalah ikan segar karena diambil langsung dari kolam yang terdapat di tengah restoran. Menu favorit di restoran ini adalah ikan bakar madu.
  • Mang Kabayan merupakan salah satu restoran sunda yang terletak di Jl. Margonda Raya. Di sini anda dapat memilih untuk duduk lesehan atau menggunakan bangku. Restoran ini cukup terkenal dan memajang beberapa testimoni dari artis yang pernah dating ke restoran ini.
  • Betawi Ngumpul merupakan restoran betawi yang berada di Jl. Raya Tanah Baru, tidak jauh dari tugu tanah baru.
  • Daeng Naba Seafood Resto merupakan rumah makan khas Makassar yang menjual coto dan aneka makanan khas Makassar yang lain. Terletak di Jl. Margonda, antara margocity dan lampu merah juanda.
  • Pempek Pak Raden. Pempek sebagai makanan khas daerah Palembang memang sudah sangat terkenal di Indonesia, digemari bukan saja oleh warga Sumatera Selatan, tapi juga warga dari daerah lain. Pempek Pak Raden ini memiliki rasa yang enak dan tempatnya juga nyaman. Untuk keluarga yang membawa balita, disediakan tempat bermain seperti perosotan dan arena panjat dinding. Menu yang tersedia bermacam-macam, tidak hanya pempek, tapi juga tekwan, pindang patin, ayam bakar, roti bakar, dll, dengan harga mulai dari 4 ribu untuk pempek kecil. Tempat makan ini terletak di Jl. Margonda (dekat lampu merah pertigaan Jl. Juanda).
  • Soto ngawi, bagi penggemar soto mungkin makanan di Soto Ngawi ini bisa jadi pilihan. Terletak di Jl. Margonda dekat Universitas Gunadarma.
  • Mie Aceh pidie 2000. Makanan khas Aceh ini terletak di Jl. Margonda, dekat perbatasan Depok-Jakarta.
  • Angkringan. Tempat ini buka setiap malam di sebrang Toko Buku Gramedia. Harga yang ditawarkan sangat murah, khas angkringan.
3. Makanan Korea dan Jepang
  • Trend Kpop di Indonesia sangat terasa dengan munculnya beberapa restoran korea di daerah Depok, seperti Restoran Korea di perpustakaan UI, Restoran Narajong di Foodcourt margocity, atau Restoran daebak di Jl. Margonda (sebrang Pesona Khayangan). Dengan membayar sekitar 50 ribu anda sudah dapat menikmati makanan khas korea seperti bibimbab, kimchi, dan teh hijau korea.
  • Bamboe Dimsum, adalah restoran all you can eat yang terletak di Jl. Margonda (dekat RS Bunda Margonda), dengan membayar sekitar 50 ribu, anda dapat menikmati aneka dimsum dan cemilan sepuasnya. Syaratnya, anda harus menghabiskan semua makanan yang dipesan, jika ada sisa makanan, maka harus membayar lebih.
  • Sushi Miya8i merupakan Restoran Jepang yang terletak di Jalan Margonda, tidak jauh dari Universitas Gunadarma Margonda. Restoran Jepang ini merupakan hasil usaha patungan beberapa artis. Rasanya yang enak dan harganya yang murah menjadikan tempat ini selalu ramai oleh pengunjung.
4. Aneka Bubur
  • Jika anda penggemar bubur, maka anda wajib mengunjungi Jazz Bubur Aceh yang terletak di Jl. Margonda (sebrang universitas Gunadarma). Bubur yang dijual disini antara lain bubur jagung, bubur ketan durian, bubur kacang hijau, bubur jali, dengan harga sekitar 15.000 per porsi. Tempat ini akan tutup pada setiap waktu sholat, jadi sebaiknya anda datang tidak saat adzan berkumandang.
  • Bubur Barito juga bisa menjadi pilihan anda. Terletak di Jl. Margonda (sebrang RS Bunda Margonda), tempat makan ini juga menyajikan Bubur Sukabumi. Restoran ini memiliki harga yang terjangkau dan suasana yang nyaman.
5. Ayam & Lele
  • Ayam bakar mas mono terletak tidak jauh dari Gramedia Margonda. Ayam yang disajikan sangat empuk dan nikmat. Tersedia juga otak-otak hangat yang baru dibakar.
  • Ayam Bakar Christina ada di Jl. Margonda Raya, sebrang Universitas Gunadarma.
  • Lele Lela ada di Jl. Margonda. Selain lele aneka rasa, tempat ini juga menjual ayam bakar dan tumis kangkung.
6. Restoran Warung
  • Warung Pasta, Jl. Margonda Raya (dekat perbatasan antara Depok-Jakarta). Tempat ini menjual aneka macam pasta, mulai dari pasta biasa sampai pasta panggang. Selain pasta, tempat ini juga menawarkan pizza dan aneka cemilan.
  • Waroeng Steak and Shake, Terletak di Jl. Margonda Raya, dekat Lampu Merah / Hotel Bumi Wiyata. Selain menjual steak dengan harga mahasiswa, tempat ini juga menjual nasi dan olahan daging yang lain.
  • SS (Super Sambal), terletak di Jl. Margonda Raya, dekat Hotel Bumi Wiyata. Tempat makan yang satu ini menawarkan menu makanan andalan berupa aneka macam sambal. Ada beberapa macam sambal yang bisa anda pilih sebagai teman makan.
7. Cemilan
  • Surabi Enhay dan Batagor Ihsan terletak dalam komplek yang sama, yaitu Jl. Margonda (depan RS Bunda Margonda). Tidak terlalu berbeda dengan Surabi Enhay Bandung, porsi surabi di sini juga besar dan memiliki aneka pilihan rasa. Harganya yang terjangkau dan tempat yang nyaman menjadikan tempat ini sebagai favorit untuk menghabiskan waktu di Depok.
  • Martabak Bangka Koh Heri terletak di Jl. Arif Rahman Hakim, tidak jauh dari kantor PLN. Toko ini buka setiap hari mulai jam 5 sore sampai malam. Tempat ini menjual martabak manis, martabak telor, dan aneka jajanan kecil lainnya. Martabak yang dijual memang cukup mahal, tapi rasanya benar-benar nikmat.
  • Sup Duren. Bagi anda penikmat durian, maka wajib mengunjungi tempat makan yang ada di Jl. Raya Margonda dekat dengan Terminal Depok. Tempat ini menjual aneka macam minuman dan cemilan berbau durian dengan harga yang sangat terjangkau. Maka tidak heran kalau setiap hari selalu ramai oleh pengunjung.
  • Es Pocong sangat terkenal dikalangan mahasiswa, karena tempatnya strategis dan harga makanannya murah. Terletak tidak jauh dari stasiun UI, tempat makan ini menawarkan makanan dan minuman yang memiliki nama berbau horror.
  • Roti Bakar Eddy yang berada di Jalan Margonda (sebrang Gramedia Depok) memang cabang kesekian dari RB Eddy. Tempat makan yang satu ini memiiki tempat yang nyaman.
  • The Harvest ini cocok untuk anda yang suka cake. Selain membeli kue untuk hadiah ulang tahun atau event tertentu, di tempat ini anda dapat membeli kue dalam potongan kecil yang dijual sekitar 30 ribu atau makan aneka makanan lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pusat Perbelanjaan Di Kota Depok

  • Pusat Perbelanjaan Di Kota Depok

Pusat perbelanjaan
·         Plaza Depok
·         D'Mall
·         Depok Town Square
·         MargoCity
·         Gramedia Depok
·         ITC Depok
·         Depok Town Centre, Sawangan
·         TIP TOP
·         Carrefour Dewi Sartika
·         Giant Cimanggis
·         Pasar Tugu
·         Cimanggis Square
·         Mal Cinere
·         Cinere Square
·         Pasar Agung
·         Pasar Segar
·         Pasar Musi
·         Pasar Mini
·         Pasadena Factory Outlet
·         Giant Tole Iskandar
·         Salladin Square


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DEMOGRAFI DEPOK

DEMOGRAFI DEPOK 


PERMUKIMAN
Kebijakan pembangunan sektor perumahan dan permukiman di kota Depok mengacu pada visi dan misi kota Depok, antara lain menjadikan Depok sebagai kota permukiman yang nyaman.? Kondisi pembangunan perumahan dan permukiman di Kota Depok mencapai 10.968 ha (54,76 %) dari keseluruhan luas wilayah di Depok 20.029 ha, hal ini mengakibatkan meningkatkan tuntutan kebutuhan fasilitas dan utilitas perumahan dan permukiman, dimana kondisi lingkungan dan perumahan yang ada belum tertata dengan baik. Hanya 40 % yang sudah tertata dengan baik sedangkan 60 % belum tertata dengan baik. Kawasan permukiman terbesar terdapat di Sawangan.


PENDUDUK 
Jumlah Penduduk di Kota Depok pada Tahun 2001 berdasarkan data dari BPS adalah 1.204.687 jiwa, sehingga dengan luas wilayah yang ada yaitu 207,06 km2 maka kepadatan penduduk rata-rata adalah 5.818 jiwa / km2. Jumlah penduduknya berkisar antara 115.575 jiwa (Kecamatan Beji) dan 331.778 jiwa (Kecamatan Cimanggis), sedangkan kepadatan penduduknya berkisar antara 2.918 jiwa/km2 (Kecamatan Sawangan) sampai dengan 8.777 jiwa/km2 (Kecamatan Sukmajaya).
Perkembangan jumlah penduduk Kota Depok berlangsung cepat, pada tahun 2000 Kota Administratif Depok penduduknya berjumlah 1.145.091 jiwa dan pada tahun 2001 meningkat menjadi 1.204.687 jiwa setelah ditata menjadi 6 (enam) Kecamatan dengan laju pertumbuhan rata-rata 3,70 %/tahun.
Sesuai dengan karakteristik perkotaannya yang masih mencirikan kombinasi perkotaan, wilayah Kota Depok belum seluruhnya terbangun. Kawasan yang masih kosong berupa kebun campuran/tegalan dan pesawahan masih cukup luas, yaitu sekitar 51 % dari luas wilayahnya, sedangkan kawasan perumahan dan kampung luasnya sekitar 5.900 ha atau 29 %, dan kawasan yang digunakan untuk kegiatan industri, jasa dan perusahaan meliputi areal seluas 1.100 ha (± 6 %).
Ditinjau dari penyebaran lokasi kegiatannya, kegiatan industri sebagian besar berkembang di Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya (wilayah kota bagian timur), Yaitu sepanjang Jalan Raya Bogor, sedangkan kawasan pertanian masih banyak terdapat di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas bagian selatan dan sedikit di Kecamatan Limo (wilayah kota bagian barat), dan untuk kegiatan perkantoran, jasa, perdagangan dan kegiatan pendidikan berkembang di wilayah kota bagian tengah, terutama di sepanjang Jalan Margonda, dan kawasan perumahan banyak berkembang di wilayah kota bagian utara yang berdekatan dengan Jakarta, yaitu Kecamatan Limo, Beji, Sukmajaya, dan Pancoran Mas bagian utara
Untuk sarana dan prasarana dasar perkotaan, direncanakan untuk terus dikembangkan sistem transportasi (jaringan jalan dan angkutan intra kota yang efisien dan terintegrasi dengan inter kota. Selain itu kapasitas produksi dan distribusi air bersih perpipaan perlu ditingkatkan, selain itu juga masalah permukiman karena sesuai dengan arahan kegiatan fungsional Kota Depok.


PENDAPATAN
pendapatan masyarakat depok di tahun 2006 adalah 4 juta perkepala keluarga Sarana dan
Prasarana 
TRANSPORTASI
Transportasi di Kota Depok masih bersifat regional dan komuter (Jakarta dan Bogor) baik melalui jalan raya maupun jalan baja/rel. Pusat tarikan perjalanan yang cukup besar adalah menuju DKI Jakarta dengan bangkitan perjalanan terbesar berasal dari kawasan permukiman.Sarana transportasi angkutan jalan dengan sarana transportasi umumnya adalah :
1. Dalam kota : 12 rute angkutan Kota Depok
2. Ke Jakarta : 11 trayek bus besar dan 8 trayek bus sedang
3. Antar kota : 5 trayek bus


AIR BERSIH
Sebagian besar penduduk Depok memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih, dimana kuantitas air tanah relative mencukupi kebutuhan sepanjang tanah sebagai air bersih, dimana kuantitas air tanah relative mencukupi kebutuhan sepanjang tahun, kecuali beberapa kawasan di kecamatan Cimanggis. Kualitas air tanah di daerah permukiman padat diperkirakan rawan pencemaran limbah domestik.
Pelayanan air bersih di daerah Depok masih dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor dengan tingkat pelayanan sekitar 20 % dari total penduduk Kota Depok. Wilayah pelayanan masih terbatas di beberapa wilayah di kecamatan Beji, Sukmajaya, Pancoran Mas dan sedikit di Sawangan dan Cimanggis dengan jumlah pelanggan sebanyak 34.617 unit.


PEMBUANGAN SAMPAH
Kebutuhan akan fasilitas tempat pembuangan sampah meningkat sejalan dengan adanya peningkatan perkembangan penduduk, kemudian juga adanya perkembangan aktivitas kota yang memerlukan lahan untuk pembangunan infrastruktur, ditambah lagi dengan adanya perkembangan industri.
Depok mempunyai fasilitas tempat pembuangan sampah seluas 2,87 ha dan akan diperluas sebesar 2,5 ha. Namun kondisinya, di masa yang akan dating akan sulit menemukan lokasi tempat pembuangan sampah selain itu juga akan sangat mahal. Kondisi ini akan memperparah terjadinya pencemaran lingkungan bukan saja pencemaran udara atau bau namun juga pencemaran tanah atau air tanah.


SARANA
Jalan : 361.486 km
Listrik : 584.204.042 kwh
Telephone : 79.500 ssl
PAM : 15 % dengan total sambungan 38.000
sambungan rumah
Terminal : 1 buah


PRASARANA
Komersial bisnis
o Swalayan : 11 buah
o Pasar : 6 buah
o Toko : 2.102 buah
o Kios/los : 1.775 buah
o K5 : 1.959 buah
Pendidikan
o SD : 327 buah
o SLTP : 127 buah
o SLTA : 94 buah
o Perguruan tinggi : 17 buah
Peribadatan
o Mesjid : 530 buah
o Langgar : 16 buah
o Mushola : 1.026 buah
o Gereja : 104 buah
o Vihara / pura : 3 buah
Kesehatan
o Rumah sakit : 7 buah
o Puskesmas : 25 buah
o Posyandu : 824 buah
o Apotik : 82 buah


Lain – Lain 
Depok mempunyai potensi sebagai sebuah wilayah penyangga yang menjadi kawasan lalu lintas Jakarta-Depok-Bogor-Tanggerang-Bekasi, satu sisi potensi ini mendukung untuk menjadikan sebagai tempat bermukim, tempat berusaha, dan sebagai daerah pusat Pemerintahan. Secara biogeografis karena kestrategisan Kota Depok yang merupakan bagian dari berbagai daerah aliran sungai yang berpusat di pegunungan di Kabupaten Bogor dan Cianjur, menjadikan curah hujan di Kota Depok cukup tinggi sehingga Depok kaya akan potensi flora dan fauna.


Topografi
Secara astronomi, Depok terletak pada koordinat 6o19’00” – 6o28’00” Lintang Selatan dan 106o43’00”- 106o55’30” Bujur Timur, dengan luas wilayah 20,029 Ha. Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut :
§          Sebelah Utara : berbatasan dengan DKI Jakarta dan Kecamatan Ciputan Kabupaten Tangerang
   Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Bojong Gede dan Kecamatan Cibinong Kab. Bogor
§           Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan Gunung Sindur dan Parung Kabupaten Bogor
§           Sebelah Timur : berbatasan dengan Kecamatan Gunung Putri Kab. Bogor dan Kec. Pondok Gede Bekasi
Kondisi wilayah bagian utara umumnya berupa dataran rendah, sedangkan di wilayah bagian Selatan umumnya merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 40-140 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lereng antara 2-15 %.
Penyebaran wilayah berdasarkan kemiringan lereng :
§        Wilayah dengan kemiringan lereng antara 8-15 % tersebar dari Barat ke Timur
§       Wilayah dengan kemiringan lereng lebih dari 15 % terdapat di sepanjang sungai Cikeas, Ciliwung dan bagian Selatan sungai Angke
Kemiringan lereng antara 8-15 % potensial untuk pengembangan perkotaan dan pertanian, sedangkan kemiringan lereng yang lebih besar dari 15 % potensial untuk dijadikan sebagai benteng alam yang berguna untuk memperkuat pondasi. Di samping itu, perbedaan kemiringan lereng juga bermanfaat untuk sistem drainase Permasalahan yang muncul akibat topografi Kota Depok adalah karena adanya perbedaan kemiringan lereng menyebabkan terjadinya genangan atau banjir, bila penangannya tidak dilakukan secara terpadu.


IKLIM
Wilayah Depok termasuk dalam daerah beriklim tropis dengan perbedaan curah hujan yang cukup kecil dan dipengaruhi oleh iklim musim, secara umum musim kemarau antara bulan April-September dan musim hujan antara Oktober-Maret.
§          Temperatur : 24,3-33 derajat Celsius
§          Kelembaban rata-rata : 82 %
§          Penguapan rata-rata : 3,9 mm/th
§         Kecepatan angin rata-rata : 3,3 knot
§         Penyinaran matahari rata-rata : 49,8 %
§         Jumlah curah hujan : 2684 m/th
§         Jumlah hari hujan : 222 hari/tahun
Iklim Depok yang tropis mendukung untuk pemanfaatan lahan pertanian ditambah lagi dengan kadar curah hujan yang kontinu di sepanjang tahun. Permasalahan mendasar walaupun di satu sisi di dukung oleh iklim tropis yang baik yaitu alokasi tata guna lahan yang harus mempertimbangkan sektor lain terutama lahan hijau dan permukiman


CURAH HUJAN
Kondisi curah hujan di seluruh wilayah di daerah Depok relatif sama, dengan rata-rata curah hujan sebesar 327 mm/tahun. Kondisi curah hujan seperti diatas, mendukung kegiatan di bidang pertanian terutama pertanian lahan basah di areal irigasi teknis. Sedangkan untuk daerah tinggi dan tidak ada saluran irigasi teknis akan lebih sesuai untuk tanaman palawija kombinasi dengan padi/lahan basah pada musim hujan sebagai pertanian tadah hujan.Selain penting sebagai sumber irigasi, curah hujan juga penting untuk pemberian gambaran penentuan lahan, terutama lokasi, pola cocok tanam, dan jenis tanaman yang sesuai.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Kota Depok

Sejarah Kota Depok

Depok Zaman Prasejarah

Penemuan benda bersejarah di wilayah Depok dan sekitarnya menunjukkan bahwa Depok telah berpenghuni sejak zaman prasejarah. Pene­muan tersebut itu berupa Menhir “Gagang Golok”, Punden berundak “Sumur Bandung”, Kapak Persegi dan Pahat Batu, yang merupakan peninggalan zaman megalit. Juga penemuan Paji Batu dan sejenis Beliung Batu yang merupakan peninggalan zaman Neolit.

Depok Zaman Padjajaran

Pada abad ke-14 Kerajaan Padjajaran diperintah seorang raja yang diberi gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan, yang lebih dikenal dengan gelar Prabu Siliwangi. Di sepanjang Sungai Ciliwung terdapat beberapa kerajaan kecil di bawah kekuasaan kerajaan ini, diantaranya Kerajaan Muara Beres. Sampai Karadenan terbentang benteng yang sangat kuat sehingga mampu bertahan terhadap serangan pasukan Jayakarta yang dibantu Demak, Cirebon dan Banten.
Depok berjarak sekitar 13 km sebelah utara Muara Beres. Jadi wajar apabila Depok dijadikan front terdepan tentara Jayakarta saat berperang melawan Padjajaran. Hal itu dibuktikan dengan:
  • Masih terdapatnya nama-nama kampung atau desa yang menggunakan bahasa Sunda antara lain Parung Serang, Parung Belimbing, Parung Malela, Parung Bingung, Cisalak, Karang Anyar dan lain-lain.
  • Dr. NJ. Krom pernah menemukan cincin emas kuno pening­galan zaman Padjajaran di Nagela, yang tersimpan di Museum Jakarta.
  • Tahun 1709 Abraham Van Riebeck menemukan benteng kuno peninggalan kerajaan Padjajaran di Karadenan.
  • Di rumah penduduk Kawung Pundak sampai sekarang masih ditemukan senjata kuno peninggalan zaman Padjajaran. Senjata ini mereka terima turun-temurun.

Depok Zaman Islam

Pengaruh Islam masuk ke Depok diperkirakan pada 1527, dan masuknya agama Islam di Depok bersamaan dengan perlawanan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut Verenigde Oost-lndische Compagnie (VOC) yang pada waktu itu berkedudukan di Batavia. Hubungan Banten dan Cirebon setelah Jayakarta direbut VOC harus melalui jalan darat. Jalan pintas terdekat yaitu melalui Depok. Karena itu tidaklah meng­herankan kalau di Sawangan dan banyak peninggalan-peninggalan tentara Banten berupa :
  • Kramat Beji yang terletak antara Perumnas Depok I dan Depok Utara. Di sekitar tempat itu terdapat tujuh sumur dan sebuah bangunan kecil yang terdapat banyak sekali senjata kuno seperti keris, tombak dan golok peninggalan tentara Banter saat melawan VOC. Dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang tinggal di daerah itu bukanlah petani melainkan tentara pada jamannya. Informasi dari Kuncen turun temurun, bahwa tempat itu sering diadakan pertemuan antara tentara kerajaan Banten dan Cirebon. Di tempat itu biasanya diadakan latihar bela diri dan pendidikan agama yang sering disebut pade­pokan. Kemungkinan nama Depok juga bersumber dari Pa­depokan Beji.
  • Di Pandak (Karadenan) terdapat masjid kuno yang merupakan masjid pertama di Bogor. Lokasi masjid ini dengan Bojong Gede hanya terhalang Sungai Ciliwung. Masjid ini dibangun Raden Safe’i cucu Pangeran Sangiang bergelar Prabu Sura­wisesa, yang pernah menjadi raja mandala di Muara Beres. Di rumah-rumah penduduk sekitar masjid ini masih terdapat senjata-senjata kuno dan beberapa buah kujang peninggalan zaman Padjajaran. Jadi masjid dibangun tentara padjajaran yang masuk Islam kurang lebih tahun 1550.
  • Di Bojong Gede terdapat makam Ratu Anti atau Ratu Mae­munah, seorang prajurit Banten yang berjuang melawan padja­jaran di kedungjiwa. Setelah perang selesai suaminya (raden pakpak) menyebarkan agama Islam di Priangan, sedangkan ratu anti sendiri menetap di bojonggede sambil menyebarkan agama Islam sampai meninggal.

Depok Zaman Kolonial

“…Maka hoetan jang laen jang disabelah timoer soengei Karoekoet sampai pada soengei besar, anakkoe Anthony Chastelein tijada boleh ganggoe sebab hoetan itoe misti tinggal akan goenanya boedak-boedak itoe mardaheka, dan djoega mareka itoe dan toeroen-temoeroennja tijada sekali-sekali boleh potong ataoe memberi izin akan potong kajoe dari hoetan itoe boewat penggilingan teboe… dan mareka itoe tijada boleh bikin soewatoe apa djoega jang boleh djadi meroesakkan hoetan itoe dan kasoekaran boeat toeroen-temoeroennja,…”
     Penggalan kalimat dengan ejaan van Ophuijsen itu adalah hasil terjemahan Bahasa Belanda kuno dari surat wasiat tertanggal 14 Maret 1714 yang ditulis tangan Cornelis Chastelein, seorang Belanda, tuan tanah eks pegawai (pejabat) Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Tiga bulan kemudian Chastelein meninggal dunia, persisnya 28 Juni 1714. Cornelis Chastelein itulah yang disebut cikal bakal berdirinya Kota Depok sekarang. Di bawah wewenang Kerajaan Belanda ketika itu (1696), ia diizinkan membeli tanah yang luasnya mencakup Depok sekarang, ditambah sedikit wilayah Jakarta Selatan plus Ratujaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor sekarang. Meneer Belanda itu menguasai tanah kira-kira luasnya 1.244 hek­tare, setara dengan wilayah enam kecamatan zaman sekarang. Yang menarik dari surat wasiatnya, ia melukiskan Depok waktu itu yang dihiasi sungai, hutan, bambu rimbun, dan sengaja ditanam, tidak boleh di­ganggu. Sungai Krukut yang disebut-sebut dalam surat wasiat itu boleh jadi berhubungan dengan wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok sekarang, persisnya di selatan Cinere. Jika ada penggilingan tebu, niscaya ada tanaman tebu. Pastilah tanaman tebu itu terhampar luas dengan pengairan cukup. Bisa dibayangkan betapa elok Depok waktu itu.
    Depok dan Bogor menjadi wilayah kekuasaan VOC sejak 17 April 1684, yaitu sejak ditandatanganinya perjanjian antara sultan haji dari Banten dengan VOC. Pasal tiga dari perjanjian tersebut adalah Cisadane sampai ke hulu menjadi batas wilayah kesultanan Banten dengan wilayah kekuasaan VOC.
Saat pemerintahan Daendels, banyak tanah di Pulau Jawa dijual kepada swasta, sehingga muncullah tuan tanah-tuan tanah baru. Di daerah Depok terdapat tuan tanah Pondok Cina, Tuan Tanah Mampang, Tuan Tanah Cinere, Tuan Tanah Citayam dan Tuan Tanah Bojong Gede. Pada masa kejayaan VOC sejak akhir abad ke-17 hingga per­tengahan abad ke-18 hampir semua orang Belanda di Batavia dan sekitarnya yang kaya raya memiliki sejumlah besar pekerja. Tumbuh kembangnya jumlah pekerja antara lain disebabkan kemenangan­kemenangan yang diraih VOC atau Belanda dalam menguasai suatu daerah, yang kemudian diangkut ke Pulau Jawa. Pada era tersebut, hidup seorang tuan tanah dermawan yang juga menaruh perhatian besar terhadap perkembangan agama Kristen di Batavia dan sekitarnya. Beliau adalah Cornelis Chastelein yang menjadi anggota Read Ordinair atau pejabat pengadilan VOC. Ayahnya Antonie Chastelein, adalah seorang Perancis yang menyeberang ke Belanda dan bekerja di VOC. Ibunya Maria Cruidenar, putri Wali Kota Dordtrecht. Sinyo Perancis-Belanda ini menikah dengan noni holland Catharina Van Vaalberg. Pasangan ini memiliki seorang putra, Anthony Chastelein, dan kawin dengan Anna De Haan.
     Saat menjabat pegawai VOC, kariernya cepat melejit. Namun, saat terjadi perubahan kebijakan karena pergantian Gubernur Jenderal VOC dari J. Camphuys ke tangan Willem Van Outhorn, ia hengkang dari VOC. Sebagai agamawan fanatik, Cornelis tidak senang melihat praktek kecurangan VOC. Borok-borok moral serta korupsi di segala bidang lapisan pihak Kompeni Belanda selaku penguasa sangat berten­tangan dengan hati nurani penginjil ini. Maka ia tetap bersikukuh keluar dari VOC, beberapa saat sebelum Gubernur Jenderal VOC Johannes Camphuys mengalihkan jabatannya kepada Willem Van Outhorn.
Pada 18 Mei 1696, ia membeli tiga bidang tanah di hutan sebelah selatan Batavia yang hanya bisa dicapai melalui Sungai Ciliwung dan jalan setapak. Ketiga bidang tanah itu terletak di 6ilangan Mampang, Karanganyar, dan Depok. Tahun itu juga, ia mulai menekuni bidang per­tanian di bilangan Seringsing (Serengseng). Untuk menggarap lahan pertaniannya yang luas itu, ia menda­tangkan pekerja dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Ter­nate, Kei, Jawa, Batavia, Pulau Rate, dan Filipina. Semuanya berjumlah sekitar 120 orang. Atas permintaan ayahnya dulu, ia pun menyebarkan agama Kristen kepada para budaknya. Perlahan muncul di sini sebuah padepokan Kristiani yang disebut De Eerste Protestante Organisatie van Kristenen, disingkat Depok. Semboyan mereka Deze Einheid Predikt Ons Kristus yang juga disingkat Depok. Menjelang ajalnya, 13 Maret 1714, Cornelis Chastelein menulis wasiat berisi antara lain, mewariskan tanahnya kepada seluruh pe­kerjanya yang telah mengabdi kepadanya sekaligus menghapus status pekerja menjadi orang merdeka. Setiap keluarga bekas pekerjanya memperoleh 16 ringgit. Hartanya berupa 300 kerbau pembajak sawah, dua perangkat gamelan berlapis emas, 60 tombak perak, juga dihi­bahkannya kepada bekas pekerjanya. Pada 28 juni 1714 Cornelis Chas­telein meninggal dunia, meninggalkan bekas budaknya yang telah melebur dalam 12 marga yaitu Jonathans, Leander, Bacas, Loen, Samuel, Jacob, Laurens, Joseph, Tholens, Isakh, Soediro, dan Zadhoks. Marga itu kini hanya tinggal 11 buah karena marga Zadoks telah punah. Anthony, putra Cornelis Chastelein, meninggal pada 1715, satu tahun setelah ayahnya meninggal. Istri Anthony kemudian menikah dengan Mr. Joan Francois De Witte Van Schooten, anggota dari Agtb. Raad van Justitie des casteels Batavia.
    Di Depok saat ini masih terdapat Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Lembaga itu dibentuk 4 Agustus 1952 dihadapan Notaris Soerojo dengan perwakilan diantaranya J.M Jonathans dan F.H Soedira. Sementara itu, keturunan pekerja yang dimerdekakan Cornelis Chastelein itu biasa disebut Belanda Depok. Namun RM Jonathans, salah satu tokoh YLCC menyebut julukan itu tidak kondusif, seolah olah memberi pembenaran bahwa komunitas tadi merupakan repre­sentasi masyarakat Belanda yang ada di Indonesia, yang ketika itu menjajah Indonesia. Sejak saat ini Depok terus bertumbuh dan berkembang menjadi kawasan hunian yang ramai. Pada 1871 pemerintah Hindia Belanda memutuskan menjadikan Depok wilayah otonom sendiri. Sejak itu, Depok yang kala itu telah memiliki daerah teritorial sekitar 1.249 hektare, diperintah seorang residen sebagai Badan Pemerintahan Depok tertinggi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sentra oleh-oleh khas Depok hadir di Margonda

Sentra oleh-oleh khas Depok hadir di Margonda

Sentra oleh-oleh khas Depok hadir di Margonda
Foto Marieska Harya Virdhani
 Jika jalan-jalan ke Depok, pasti setiap pengunjung tak asing lagi dengan Jalan Margonda, Beji, Depok. Berbagai macam kuliner ditemukan di sepanjang jalan ini. Namun, banyak masyarakat selama ini mengeluhkan sulitnya mencari oleh-oleh khas kota belimbing ini. Berbagai macam makanan dari mulai olahan belimbing, dodol, lidah buaya, jambu, singkong, hingga ikan pecak terkenal di kota ini. Karena itu, Pemerintah Kota Depok menggandeng Rumah Makan Mang Kabayan untuk membuka pusat (sentra) oleh-oleh khas Depok di Rumah Makan Mang Kabayan, Jalan Raya Margonda, lantai 2.


Ini tak lain sesuai amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung tingkat partisipasi wisatawan yang datang ke Depok," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Seni dan Pariwisata Kota Depok, Selasa (29/4/2014). Menurutnya, dalam RPJMD diamanatkan 11 kecamatan harus memiliki sentra oleh-oleh khas Depok. Pihaknya berusaha mengembangkan usaha pariwisata dan ini harus sejalan dengan misi RPJMD, yakni meningkatkan daya saing dan potensi industri lokal. Mudah-mudahan dengan dibukanya sentra oleh-oleh khas Depok ini dapat diikuti kecamatan lain, kami targetkan per tahun harus 1,5 juta wisatawan ke Depok," paparnya.

Sementara, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengungkapkan, bahwa sentra oleh-oleh yang berada di Rumah Makan Mang Kabayan itu merupakan yang pertama dimiliki oleh pemerintah kota. Pusat oleh-oleh khas Depok ini merupakan yang pertama dan lokasinya sangat strategis serta terletak di jalan utama. Terlebih tempatnya sudah memiliki brand yakni Rumah Makan Mang Kabayan," katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa setiap kecamatan nantinya dapat mengusung atau menghadirkan one village one produk. Dia juga berharap di setiap kecamatan memiliki ciri khas tersendiri.

"Dengan ini kami yakin mampu menyedot para wisatawan untuk berkunjung ke Depok. Namun begitu, pemilik produk juga harus memperhatikan produknya seperti harga dan kemasan," ungkapnya. Berbagai macam produk olahan lidah buaya juga disuguhkan seperti minuman ataupun camilan kerupuk. Ada  juga dendeng daun belimbing, keripik pisang buatan Depok, dodol Depok, serta olahan buah belimbing dewa dari mulai jus, dodol, sampai wingko.Harganya pun cukup bersaing dari mulai Rp10.000 ke atas per produk. Selain makanan, ada pula produk lainnya seperti pakaian, handicraft, ataupun sovenir.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

POTENSI UKM KOTA DEPOK

Potensi Industri Kreatif Kota Depok

http://jabarprov.go.id/assets/data/potensi/113_Chrysanthemum.jpg

Potensi KUKM


Genta Nada

Kerajinan genta atau lonceng angin (wind chimes) adalah sebuah produk kerajinan yang biasanya terbuat dari bambu, kerang dan logam ringan. Produk kerajinan ini dipergunakan sebagai hiasan rumah/taman, dan bila terkena angin akan menimbulkan nada yang tak beraturan serta terkesan berisik.

    

Hal itu sangat berbeda dengan lonceng angin hasil tangan kreatif warga Sawangan Depok. Kerajinan yang dinamakan genta nada tersebut bila terkena angin dapat menghasilkan nada-nada etnik Jawa, Sunda, Bali, Batak, Mandarin, India, dan Jepang.

Abdul Madjid Gangga, sang kreator dan pembuat genta nada mengatakan, produknya terbuat dari bahan aluminium dengan ketebalan 2 mm, dengan panjang dan diameter sesuai dengan pesanan. Pemilihan bahan aluminium dikarenakan bahan tersebut mudah untuk diwarnai serta memiliki gaung/sustain yang sempurna. Sekarang produknya banyak dipajang dan dimiliki oleh masyarakat, mulai dari masyarakat biasa sampai istana Negara, bahkan sudah masuk pasar di Amerika Serikat.

    

Sejak tahun 1992 Madjid berprofesi sebagai tukang setem piano. Dari pengalaman itulah, ditahun 2002, dia mulai bereksperimen dengan membuat genta nada dari pipa-pipa air. Setelah melakukan uji coba berulang kali, maka di tahun 2007, mulailah Abdul Madjid membuat genta nada dengan bahan aluminium yang menghasilkan bunyi nada etnik tradisional dengan pitch frekuensi 440 Hertz. Produknya bermacam-macam, yang terkecil dengan 5 batang bisa berharga 300 ribu rupiah, sedangkan yang besar dengan 48 batang berharga 10 juta rupiah.
Meski tanpa seperangkat alat musik, namun produk genta nada karya Abdul Madjid ini bisa menjadi salah satu media untuk mengenalkan kekayaan melodi etnik bangsaIndonesia. Jika anda penasaran dan ingin tahu produk genta nada, anda bisa datangi UMKM Center ITC Depok Lantai dasar, atau di Sentra Genta Nada, Jl. Cinangka Gg. Madu RT 05/04 No. 8 Bojongsari, Depok Tlp. 021-74709929.

Curug Gentong

Curug gentong yang berarti miniatur air terjun di dalam gentong dibuat pasangan suami istri Ritta Apriyanti dan Rery Enrico memiliki keindahan tersendiri. Dengan sentuhan seni yang tinggin air terjun dipadu dengan nuansa alam pedesaan serta rumah tradisional Sunda itu seolah-olah terlihat nyata. Kesannya menyegarkan, suara gemericik air itu berasal dari gentong-gentong dari gerabah berbagai ukuran, yang berderet di ruang tamu itu. Gentong pun bukan gentong biasa, tetapi gentong “robek” berisi taman mini di rongganya. Penataan tamannya pun beraneka macam. Tata taman paling sederhana tampil dalam bentuk tebing batu sintetis, tutupan rerumputan sintetis, dan kolam dengan air mancur mini yang menimbulkan suara gemericik.

    


Keindahan curug dengan nuansa alam pedesaan itu juga ditampilkan ke dalam guci yang dilubangi dan juga disajikan di pot kembang terbuka, baik itu yang berukuran besar maupun kecil. Untuk harga buah tangan tersebut antara Rp200,000 hingga Rp800,000. Sedangkan untuk pesanan yang berukuran besar harganya bisa mencapai Rp1,8 juta.

Ritta memulai usahanya pada 2003. Ritta, yang mengakui memang tak pernah bisa diam, punya kegemaran membuat kerajinan. Kegemaran itu terus ia lakukan bahkan setelah ia diterima kerja di bidang ekspedisi muatan kapal laut (EMKL). Sebelum membuat kerajinan gentong dengan hiasan taman mini dengan ciri khas aliran air di dalamnya, ia membuat rumah-rumahan dari sumpit dan sedotan plastik.

  

Perhatiannya mulai tertuju pada gentong ketika melihat gentong di sebuah rumah makan yang hanya dipakai sebagai tempat air untuk cuci tangan. Gentong-gentong gerabah itu merasuki angannya, bersenyawa dengan keluhan seorang teman yang tidak bisa membawa taman yang baru saja direnovasi ketika harus pindah rumah. “Teman itu mengaku baru saja menghabiskan uang Rp 7 juta untuk memperbaiki tamannya. Jadi, ketika harus pindah, ia begitu berat meninggalkan tamannya,” ujarnya.


  

Ide itu semakin mengganggunya ketika ia berkesempatan berekreasi bersama keluarga ke Curug Nangka. Ritta kemudian mulai mencoba-coba, dengan media barang-barang bekas. Melalui percobaan demi percobaan, ide itu semakin mengerucut, menemukan bentuknya.
Gentong dibelah dengan teknik khusus di satu sisi, hingga memperlihatkan rongga raksasa. Di dalam rongga itulah Ritta berkreasi membuat taman mini. Tebing buatan, tanaman artifisial, dan aliran air yang menimbulkan suara gemericik. Semua dari bahan daur ulang, kecuali tanaman yang terbuat dari plastik. Untuk pesanan dan  ingin tahu produk Curug Gentong silahkan kunjungi di Jl. Sersan Aning Komplek Samudera Indonesia blok A5/1 Depan Pasar Segar Depok. Tlp.021-77824251


Makanan Olahan Belimbing Rasa Dewa

Belimbing, sebagai ikon Kota Depok, terus dikembangkan sebagai salah satu produk hortikultura unggulan Kota Depok. Berbagai sajian khas berbahan dasar belimbing seperti dodol belimbing, jus belimbing, dodol/jus jambu merah dapat Anda temui di Kota Depok.

  

Koperasi Usaha Bersama (KUB) Harapan Sejahtera Abadi adalah badan usaha yang fokus dalam membuat sajian atau pun souvenir khas kota Depok. Bermarkas di Sawangan Permai Blok A9 No 3 Sawangan Baru, Sawangan Depok, Anda dapat sesuka hati memilih apa saja yang akan Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh. Salah satu anggota dari KUB Harapan Sejahtera Abadi, Lejar Tri Ayunita alam sehari KUB ini dapat memperoduksi 5 kilogram dodol rasa dewa.



  

Handicraft Batik
Handyfraft Batik dari Mabella Bonafi yang terletak di Jl.Ampel Raya Blok D No.1 Depok Timur dikelola oleh ibu Dra.Hj.Mubasyiroh Hikam atau yang lebih dikenal dengan Ibu Ajeng memproduksi berbagai jenis produk berbahan batik, mulai dari sandal batik, tas laptop batik, sarung HP, sprei, pernak-pernik, tempat tissue, buku bersampul batik, tempat sertifikat dan lainnya. Total ada 30 item produk. Harga produk Handycraft Batik ini bervariatif berkisar antara Rp. 5.000 – Rp. 200.000. Desain produk selain didesain sendiri, untuk pesanan dari custumer tertentu biasanya memakai desain dari custumer tersebut. Bahan dasar didapat dari Kota Pekalongan, Jogja, Cirebon dan Sekitar Jawa Barat.



   
Bahan dasar pot batik ini berasal dari Pot Keramik atau Plastik yang kemudian ditempel Kain batik, didempul selanjutnya dicoating dan dipernis (Glossy/Dop). Setelah jadi kalau kita lihat secara kasat mata, pot batik tersebut seperti pot yang dilukis dengan motif batik padahal sebenarnya hanya kain batik yang ditempel di pot dan diolah sedemikian rupa. Bahan baku batik didapat dari limbah potongan kain batik ataupun limbah sarung. Usaha ini telah digeluti Pak yono selama 2 tahun, berbekal karyawan sebanyak 4 orang, yang kadang apabila ada pesanan besar, untuk tambahan karyawan diambil dari warga sekitar. Pemasaran Pot batik ini untuk Domestik di sekitar Depok, Jakarta dan Bandung, sedangkan untuk mancanegara sudah mencapai Malaysia dan Australia.

Sulam Perca

UKM lainnya yaitu TAQQIA Craft yang dimiliki oleh Ibu Endah Sutjihati yang memproduksi Sulam Perca, beralamat di Komp. Dephankam Jl. Perjuangan No. 11 Kelapa Dua Depok. Produk dari sulam perca ini terdiri dari Baik, Tas, BedCover. Harga produk sulam perca ini variatif berkisar dari Rp. 15.000 s.d. 2.500.000. Bahan baku batik didapat dari sample garmen, limbah penjahit, limbah konpeksi. Usaha Sulam Perca ini telah digeluti oleh Ibu Endah Sutjihati selama lima tahun, berbekal karyawan sebanyak 30 orang. Pemasaran produk Sulam perca ini meliputi wilayah Jakarta, Depok, Aceh, Makasar dan Padang. Kain punca produksi TAQQIA Craft ini juga di pajang di Galery Koloni Mall of Indonesia, UKM Gallery dan Alun-alun Indonesia Grand Indonesia Shopping Mall Jakarta.

  

No. Nama UMKM Nama Pemilik Jenis Usaha Alamat Kapasitas Produksi
1. Say Gallery Yono Pot Batik Jl. Tole Iskandar, Komp. Pondok Sukmajaya Permai, Blok D1 No. 9 RW 03/RT09 Depok.
saygallery@yahoo.com
say-galery.blogspot.com
potbatik.blogspot.com
HP. 087780232659
Tlp. 021-27059702

2. TAQQIA Craft Endah Sutjihati Sulam Perca Komp. Dephankam Jl. Perjuangan No. 11 Kelapa Dua, Depok 16951.
Email:taqqia2803@yahoo.com
Fax:021-79170108
HP:0857182829999
081314550155
Gallery :
  1. Koloni Mall of Indonesia 2nd Floor Kelapa Gading, Jakarta Utara
  2. UKM Gallery, Jl. Jenderal Gatot Subroto Jakarta Selatan
  3. Alun-alun Indoensia, Grand Indonesia Shopping Mall Jakarta.

3. Mabella Bonafi Dra.Hj.Mubasyiroh Hikam (Ibu Ajeng) Handycraft Batik Jl.Ampel Raya Blok D No.1 Depok Timur.
(021) 7715690 atau
0818 676 335
Email : bonafi@gmail.com
Outlet :
Depok Town Square, lantai 1 Blok F59 No.8.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS